Tata krama mengejutkan
Salah kaprah yang umum, dan kebiasaan yang berbeda menurut daerah atau tempat.
Makan
Menurut Anda?
Bolehkah makan sushi dengan tangan?
Ternyata…
BolehBoleh. Sushi nigiri bisa dimakan dengan jari atau sumpit; keduanya hal yang biasa.
Konon sushi nigiri berawal dari makanan cepat saji di kedai pinggir jalan, sehingga setiap potongnya berukuran sekali suap.
Baca artikelMakan
Menurut Anda?
Bolehkah menyeruput ramen sampai berbunyi?
Ternyata…
BolehMenyeruput mi umumnya diterima, tetapi tidak wajib. Makan dengan tenang juga tidak apa-apa.
Konon menyeruput mi bersama udara membantu mendinginkan mi panas dan memperkuat aromanya, sehingga sejak lama hal ini diterima untuk hidangan mi.
Baca artikelMakan
Menurut Anda?
Apakah harus selalu mengucapkan "itadakimasu"?
Ternyata…
Perlu tahu"Itadakimasu" sebelum makan dan "gochisosama" sesudahnya adalah kebiasaan yang luas, bukan hukum atau aturan. Mengucapkannya adalah cara baik menunjukkan terima kasih.
Biasanya dijelaskan sebagai ungkapan terima kasih kepada kehidupan bahan makanan, orang yang memasaknya, dan yang menghasilkan bahannya. Ungkapan ini dipakai terpisah dari doa agama tertentu.
Baca artikelKereta & Transportasi
Menurut Anda?
Siapa yang boleh memakai kursi prioritas?
Ternyata…
TergantungKursi prioritas untuk lansia, penyandang disabilitas, ibu hamil, orang yang membawa anak kecil, dan yang membutuhkan. Berikan bila ada yang membutuhkan.
Tidak semua kebutuhan terlihat. Di Jepang ada "maternity mark" untuk ibu di awal kehamilan dan "help mark" merah yang menandakan pemakainya mungkin perlu bantuan.
Baca artikelKereta & Transportasi
Menurut Anda?
Bolehkah makan di kereta di Jepang?
Ternyata…
TergantungMakan ekiben (bento stasiun) di Shinkansen dan kereta ekspres terbatas sudah biasa. Di kereta komuter, kereta lokal, dan kereta bawah tanah, orang umumnya tidak makan.
Di kereta jarak pendek banyak orang berdiri, dan bau atau makanan yang tumpah mudah mengganggu orang lain. Di kereta jarak jauh, makan ekiben adalah bagian dari kesenangan perjalanan.
Baca artikelOnsen & Mandi
Menurut Anda?
Bolehkah masuk onsen jika bertato?
Ternyata…
TergantungTergantung fasilitasnya. Ada yang menolak dan ada yang menerima tamu bertato, jadi periksa terlebih dahulu.
Sebagian orang di Jepang mengaitkan tato dengan citra tertentu, sehingga fasilitas membuat aturan sendiri. Pada 2016, Badan Pariwisata Jepang membagikan contoh penanganan tamu asing bertato kepada fasilitas pemandian, seperti menutup tato dengan plester atau menawarkan pemandian pribadi.
Baca artikelOnsen & Mandi
Menurut Anda?
Apakah memakai baju renang di onsen?
Ternyata…
TergantungDi onsen dan pemandian umum biasa, orang berendam tanpa busana, tanpa baju renang. Namun beberapa fasilitas mewajibkan baju renang atau pakaian mandi khusus.
Budaya mandi Jepang didasarkan pada membersihkan badan dulu lalu berendam tanpa pakaian. Ada juga gagasan agar serat dan kotoran dari baju renang tidak masuk ke air.
Baca artikelKuil & Vihara
Menurut Anda?
Apakah cara berdoa di kuil Shinto dan vihara sama?
Ternyata…
Perlu tahuTidak. Di kuil Shinto, bentuk dasarnya dua kali membungkuk, dua kali bertepuk tangan, dan sekali membungkuk; di vihara, katupkan tangan dengan tenang tanpa bertepuk.
Shinto dan Buddha punya cara berdoa yang berbeda. Tepuk tangan (kashiwade) di kuil disebut sebagai tanda hormat kepada dewa, sedangkan di vihara orang berdoa dengan mengatupkan kedua telapak tangan (gassho).
Baca artikelKuil & Vihara
Menurut Anda?
Apakah "dua kali membungkuk, dua tepuk, sekali membungkuk" sama di mana-mana?
Ternyata…
Tergantung"Dua kali membungkuk, dua tepuk, sekali membungkuk" adalah bentuk dasar di banyak kuil Shinto, tetapi beberapa kuil punya cara sendiri. Di vihara Buddha, orang tidak bertepuk.
Tata cara beribadah telah berubah sepanjang sejarah yang panjang. Tradisi khas daerah dan kuil masih dihargai, jadi tidak semua kuil memakai bentuk yang sama.
Baca artikelKuil & Vihara
Menurut Anda?
Apakah ada jumlah tertentu untuk persembahan di kuil?
Ternyata…
Perlu tahuTidak ada jumlah tertentu untuk persembahan (osaisen). Berapa pun boleh; ini diberikan sebagai ungkapan perasaan.
Persembahan mengungkapkan rasa terima kasih dan doa kepada dewa atau buddha. Jumlah uang tidak menentukan apakah doa terkabul.
Baca artikelRumah & Bertamu
Menurut Anda?
Bolehkah memakai sandal di atas tatami?
Ternyata…
Sebaiknya hindariLepas sandal rumah sebelum masuk ruang bertatami. Berjalanlah di tatami dengan kaus kaki atau bertelanjang kaki.
Tatami adalah lantai rumput igusa yang halus, tempat orang duduk dan berbaring. Sandal membuatnya cepat rusak dan kotor, sehingga kebiasaannya berjalan dengan kaki.
Baca artikelRumah & Bertamu
Menurut Anda?
Bolehkah sandal toilet dipakai keluar?
Ternyata…
Sebaiknya hindariSandal toilet hanya untuk di dalam toilet. Lepaskan saat keluar dan kembali ke sandal Anda sendiri.
Kebiasaan ini memisahkan toilet dari bagian rumah lainnya demi kebersihan. Banyak orang akan memperhatikan jika seseorang berjalan ke lorong atau kamar dengan sandal toilet.
Baca artikelRumah & Bertamu
Menurut Anda?
Bolehkah datang lebih awal saat bertamu ke rumah?
Ternyata…
Perlu tahuKetepatan waktu dihargai, tetapi saat bertamu ke rumah banyak orang menghindari datang terlalu awal dan berusaha tiba sekitar waktu yang disepakati.
Menepati waktu yang disepakati dianggap menghargai waktu orang lain. Untuk bertamu ke rumah, ditambah kepedulian terhadap persiapan tuan rumah.
Baca artikelSalam & Percakapan
Menurut Anda?
Apakah orang Jepang membungkuk?
Ternyata…
Perlu tahuYa, saat menyapa atau berterima kasih. Bagi wisatawan, anggukan atau bungkukan ringan (eshaku) hampir selalu cukup.
Membungkuk adalah cara orang Jepang menunjukkan hormat dan terima kasih lewat gerakan tubuh. Dalam dan lamanya bisa menunjukkan kuatnya perasaan, tetapi tidak tahu aturan detailnya bukanlah hal yang tidak sopan.
Baca artikelSalam & Percakapan
Menurut Anda?
Apakah "sumimasen" hanya untuk meminta maaf?
Ternyata…
Perlu tahuTidak. "Sumimasen" juga dipakai untuk memanggil orang, meminta jalan, dan berterima kasih.
"Sumimasen" mengandung rasa "maaf sudah merepotkan". Karena itu kata ini dipakai untuk meminta maaf sekaligus berterima kasih.
Baca artikelRuang Publik
Menurut Anda?
Apa yang dilakukan jika tempat sampah jarang?
Ternyata…
Perlu tahuTempat sampah umum jarang ada di Jepang, jadi bawa sampah Anda dan buang saat menemukan tempat sampah yang sesuai, atau bawa pulang ke penginapan.
Tempat sampah dikurangi karena berbagai alasan, termasuk keamanan dan pemeliharaan. Sebagai gantinya, gagasan membawa pulang sampah sendiri dianut secara luas.
Baca artikelRuang Publik
Menurut Anda?
Bolehkah makan sambil berjalan?
Ternyata…
TergantungTidak dilarang secara nasional oleh hukum, tetapi di tempat ramai orang diharapkan berhenti untuk makan demi kenyamanan orang lain. Beberapa daerah wisata meminta pengunjung tidak melakukannya.
Makan sambil berjalan di tempat ramai mudah mengotori pakaian orang lain dan meninggalkan remah atau sampah.
Baca artikelToko & Hotel
Menurut Anda?
Apakah perlu memberi tip di Jepang?
Ternyata…
Perlu tahuMemberi tip umumnya bukan kebiasaan di Jepang, baik di restoran, taksi, maupun hotel. Ucapan terima kasih sudah cukup.
Di Jepang, harga umumnya dianggap sudah termasuk layanan. Beberapa restoran juga menambahkan biaya layanan atau biaya meja (otoshi) ke tagihan sejak awal.
Baca artikelToko & Hotel
Menurut Anda?
Apakah harus memakai baki uang?
Ternyata…
Perlu tahuJika ada baki di kasir, orang biasanya meletakkan uangnya di sana. Namun itu bukan aturan, dan staf kadang menerima uang dengan tangan.
Konon baki membuat serah terima uang jelas sehingga staf dan pelanggan mudah memeriksa jumlahnya. Tangan pun tidak perlu bersentuhan.
Baca artikelUpacara
Menurut Anda?
Bagaimana memberi uang hadiah saat perayaan?
Ternyata…
Perlu tahuJangan berikan uang tunai begitu saja: masukkan ke amplop khusus dan serahkan dengan kedua tangan. Untuk pernikahan, biasanya dipakai uang baru.
Uang baru dikatakan menunjukkan bahwa Anda menyiapkannya khusus untuk hari itu. Untuk pemakaman justru sebaliknya: uang baru bisa terkesan kematian sudah diperkirakan.
Baca artikelUpacara
Menurut Anda?
Apakah persembahan dupa dilakukan dengan cara yang sama oleh semua orang?
Ternyata…
TergantungJumlah dan langkah persembahan dupa berbeda menurut aliran Buddha. Jika ragu, cukup ikuti orang di depan Anda, biksu, atau ketua keluarga yang berduka.
Persembahan dupa (oshoko) adalah ritual Buddha untuk menyucikan hati dan tempat dengan wewangian serta menghormati mendiang. Setiap aliran mewariskan caranya sendiri.
Baca artikelTradisi & Acara
Menurut Anda?
Apa saja kebiasaan saat Obon?
Ternyata…
Perlu tahuObon adalah acara menyambut arwah leluhur pulang dan menghormati mereka. Sebagian besar daerah merayakannya pada pertengahan Agustus, sebagian pada pertengahan Juli.
Ini acara tradisional berdasarkan kepercayaan bahwa arwah leluhur pulang ke rumah, yang konon memadukan upacara Buddha dengan kepercayaan rakyat yang lebih tua. Tarian bon odori juga dianggap bermula sebagai tarian untuk menghibur arwah.
Baca artikel