Bolehkah makan di kereta di Jepang?

Ilustrasi yang membandingkan seseorang makan ekiben di kursi Shinkansen dengan kereta komuter yang penuh sesak

Singkatnya

Tergantung

Makan ekiben (bento stasiun) di Shinkansen dan kereta ekspres terbatas sudah biasa. Di kereta komuter, kereta lokal, dan kereta bawah tanah, orang umumnya tidak makan.

Di mana
Kereta
Jenis tata krama
Kebiasaan sehari-hari

Kapan berlaku?

Shinkansen dan kereta ekspres terbatas punya kursi menghadap depan dengan meja, dan banyak pelancong menikmati ekiben. Sebagian bahkan punya troli makanan. Kereta komuter dan kereta bawah tanah mudah penuh dan tidak dianggap tempat untuk makan.

Mengapa?

Di kereta jarak pendek banyak orang berdiri, dan bau atau makanan yang tumpah mudah mengganggu orang lain. Di kereta jarak jauh, makan ekiben adalah bagian dari kesenangan perjalanan.

Yang sebaiknya dilakukan

  • Nikmati ekiben di Shinkansen atau kereta ekspres terbatas
  • Batasi makanan yang berbau tajam
  • Bawa pulang sampah atau buang di tempat sampah stasiun atau kereta

Yang sebaiknya dihindari

  • Makan di kereta komuter atau kereta bawah tanah yang penuh
  • Meninggalkan makanan atau minuman yang tumpah

Pengecualian dan perbedaan

Bahkan di kereta lokal, ada yang minum sedikit air atau teh. Beberapa kereta wisata dirancang untuk menikmati makanan dan minuman.

Tata krama bisa berbeda menurut daerah, fasilitas, dan generasi. Utamakan papan petunjuk dan arahan staf setempat.

Cek dengan kuis

Mana yang benar tentang makan di kereta?

Pilih jawaban

Sumber

  1. Traveling by Rail(terbuka di tab baru)Japan National Tourism Organization (JNTO) · Organisasi pariwisata nasional · Diakses: 16 Okt 2026 · Isi sudah diperiksa
  2. Experience Japan's Local Ekiben Culture(terbuka di tab baru)Japan National Tourism Organization (JNTO) · Organisasi pariwisata nasional · Diakses: 16 Okt 2026 · Isi sudah diperiksa

Terakhir diperiksa:

Halaman ini diterjemahkan dari bahasa Jepang dan Inggris dengan bantuan AI dan belum diperiksa oleh penutur asli. (Asli: bahasa Jepang dan Inggris)