Apakah ada jumlah tertentu untuk persembahan di kuil?

Ilustrasi koin masuk ke kotak persembahan di depan aula kuil, dan seseorang yang akan berdoa

Singkatnya

Perlu tahu

Tidak ada jumlah tertentu untuk persembahan (osaisen). Berapa pun boleh; ini diberikan sebagai ungkapan perasaan.

Di mana
Kuil / vihara
Jenis tata krama
Kebiasaan sehari-hari

Kapan berlaku?

Sebelum berdoa di kuil atau vihara, orang memasukkan uang ke kotak persembahan. Sebagian memilih koin 5 yen karena "go-en" (5 yen) terdengar seperti kata untuk "jodoh/hubungan baik", tetapi ini kebiasaan dari permainan kata, bukan aturan.

Mengapa?

Persembahan mengungkapkan rasa terima kasih dan doa kepada dewa atau buddha. Jumlah uang tidak menentukan apakah doa terkabul.

Yang sebaiknya dilakukan

  • Masukkan jumlah yang menurut Anda pantas
  • Masukkan uang ke kotak dengan tenang
  • Berdoa singkat jika ada orang yang menunggu di belakang

Yang sebaiknya dihindari

  • Melempar koin keras-keras dari jauh
  • Memasukkan tangan ke kotak persembahan

Pengecualian dan perbedaan

Kini sebagian kuil dan vihara menerima persembahan nontunai. Di vihara, orang juga bisa membayar dupa secara terpisah.

Tata krama bisa berbeda menurut daerah, fasilitas, dan generasi. Utamakan papan petunjuk dan arahan staf setempat.

Cek dengan kuis

Berapa yang sebaiknya dipersembahkan di kuil?

Pilih jawaban

Sumber

  1. Shrine and Temple Traditions(terbuka di tab baru)Japan National Tourism Organization (JNTO) · Organisasi pariwisata nasional · Diakses: 16 Okt 2026 · Isi sudah diperiksa

Terakhir diperiksa:

Halaman ini diterjemahkan dari bahasa Jepang dan Inggris dengan bantuan AI dan belum diperiksa oleh penutur asli. (Asli: bahasa Jepang dan Inggris)