Apa yang dilakukan di temizuya?
Singkatnya
Perlu tahuIni tempat menyucikan tangan dan mulut sebelum berdoa. Jangan menempelkan bibir ke gayung; kumur dengan air yang dituang ke telapak tangan.
Kapan berlaku?
Di temizuya (atau chozuya) dekat pintu masuk kuil, urutan dasarnya: pegang gayung dengan tangan kanan dan bilas tangan kiri; pindahkan gayung dan bilas tangan kanan; pindahkan lagi, tuang air ke telapak kiri lalu berkumur.
Mengapa?
Berasal dari gagasan menyucikan tubuh dan pikiran dengan air sebelum menghadap dewa. Menyucikan diri dulu, baru berdoa, adalah urutan yang umum.
Yang sebaiknya dilakukan
- Bersihkan dengan urutan: tangan kiri, tangan kanan, mulut
- Gunakan air di telapak tangan untuk berkumur
- Terakhir, tegakkan gayung agar sisa air membilas gagangnya, lalu kembalikan
Yang sebaiknya dihindari
- Menempelkan gayung ke mulut
- Menelan air atau meludahkannya kembali ke bak
Pengecualian dan perbedaan
Beberapa temizuya memakai air mengalir alih-alih gayung, dan ada yang sementara ditutup. Jika vihara punya temizuya, sucikan diri dengan cara yang sama.
Tata krama bisa berbeda menurut daerah, fasilitas, dan generasi. Utamakan papan petunjuk dan arahan staf setempat.
Cek dengan kuis
Bagaimana cara berkumur di temizuya?
Pilih jawaban
Sumber
- Shrine and Temple Traditions(terbuka di tab baru)
- 参拝方法 (How to worship at a shrine)(terbuka di tab baru)
Terakhir diperiksa:
Halaman ini diterjemahkan dari bahasa Jepang dan Inggris dengan bantuan AI dan belum diperiksa oleh penutur asli. (Asli: bahasa Jepang dan Inggris)