Apa yang dilakukan di temizuya?

Ilustrasi temizuya beratap dan seseorang memegang gayung yang hendak membasuh tangan

Singkatnya

Perlu tahu

Ini tempat menyucikan tangan dan mulut sebelum berdoa. Jangan menempelkan bibir ke gayung; kumur dengan air yang dituang ke telapak tangan.

Di mana
Kuil / vihara
Jenis tata krama
Etiket tradisional

Kapan berlaku?

Di temizuya (atau chozuya) dekat pintu masuk kuil, urutan dasarnya: pegang gayung dengan tangan kanan dan bilas tangan kiri; pindahkan gayung dan bilas tangan kanan; pindahkan lagi, tuang air ke telapak kiri lalu berkumur.

Mengapa?

Berasal dari gagasan menyucikan tubuh dan pikiran dengan air sebelum menghadap dewa. Menyucikan diri dulu, baru berdoa, adalah urutan yang umum.

Yang sebaiknya dilakukan

  • Bersihkan dengan urutan: tangan kiri, tangan kanan, mulut
  • Gunakan air di telapak tangan untuk berkumur
  • Terakhir, tegakkan gayung agar sisa air membilas gagangnya, lalu kembalikan

Yang sebaiknya dihindari

  • Menempelkan gayung ke mulut
  • Menelan air atau meludahkannya kembali ke bak

Pengecualian dan perbedaan

Beberapa temizuya memakai air mengalir alih-alih gayung, dan ada yang sementara ditutup. Jika vihara punya temizuya, sucikan diri dengan cara yang sama.

Tata krama bisa berbeda menurut daerah, fasilitas, dan generasi. Utamakan papan petunjuk dan arahan staf setempat.

Cek dengan kuis

Bagaimana cara berkumur di temizuya?

Pilih jawaban

Sumber

  1. Shrine and Temple Traditions(terbuka di tab baru)Japan National Tourism Organization (JNTO) · Organisasi pariwisata nasional · Diakses: 16 Okt 2026 · Isi sudah diperiksa
  2. 参拝方法 (How to worship at a shrine)(terbuka di tab baru)Association of Shinto Shrines (Jinja Honcho) · Organisasi keagamaan · Diakses: 16 Okt 2026 · Isi sudah diperiksa

Terakhir diperiksa:

Halaman ini diterjemahkan dari bahasa Jepang dan Inggris dengan bantuan AI dan belum diperiksa oleh penutur asli. (Asli: bahasa Jepang dan Inggris)