Apa yang biasa dipakai ke pemakaman di Jepang?

Ilustrasi dua orang berpakaian hitam membungkuk dengan tenang di depan altar dengan foto mendiang

Singkatnya

Perlu tahu

Hitam atau warna kalem lain biasa dipakai. Hindari hiasan mengilap, aksesori mencolok, bulu hewan, dan motif hewan.

Di mana
Kuil / viharaHotel
Jenis tata krama
Kebiasaan sehari-hariEtiket tradisional

Kapan berlaku?

Keluarga dan kerabat dekat sering memakai pakaian duka hitam (mofuku), sementara pelayat lain memilih jas hitam atau pakaian gelap sederhana. Laki-laki biasanya memakai kemeja putih dengan dasi hitam, serta sepatu dan tas hitam yang tidak mengilap.

Mengapa?

Pemakaman adalah saat berduka bagi yang meninggal dan mendampingi keluarga yang berduka, sehingga pakaian sederhana yang tidak mencolok menunjukkan perasaan Anda.

Yang sebaiknya dilakukan

  • Pilih pakaian hitam atau biru tua yang sederhana
  • Laki-laki: padukan kemeja putih dengan dasi hitam
  • Batasi aksesori

Yang sebaiknya dihindari

  • Memakai warna cerah atau motif mencolok
  • Memakai barang berbulu atau bermotif hewan

Pengecualian dan perbedaan

Saat buru-buru datang ke malam tirakatan (tsuya), pakaian sehari-hari berwarna gelap terkadang dianggap cukup. Agama, daerah, atau keinginan keluarga bisa menentukan busana, jadi ikuti arahan yang ada.

Tata krama bisa berbeda menurut daerah, fasilitas, dan generasi. Utamakan papan petunjuk dan arahan staf setempat.

Cek dengan kuis

Apa yang biasa dipakai ke pemakaman di Jepang?

Pilih jawaban

Sumber

  1. Funeral Etiquette in Japan(terbuka di tab baru)Nippon.com · Media penjelas · Diakses: 16 Okt 2026 · Isi sudah diperiksa

Terakhir diperiksa:

Halaman ini diterjemahkan dari bahasa Jepang dan Inggris dengan bantuan AI dan belum diperiksa oleh penutur asli. (Asli: bahasa Jepang dan Inggris)