Bolehkah memotret di kuil dan vihara?

Ilustrasi seseorang memegang kamera di samping bangunan vihara dengan tanda dilarang memotret

Singkatnya

Tergantung

Tergantung tempatnya. Sebagian besar area boleh difoto, tetapi bagian dalam aula utama dan patung Buddha sering dilarang.

Di mana
Kuil / vihara
Jenis tata krama
Aturan fasilitasTergantung

Kapan berlaku?

Gerbang torii, taman, dan bagian luar bangunan biasanya boleh difoto, sedangkan bagian dalam, benda pusaka, dan patung kadang dilarang. Perhatikan tanda "dilarang memotret".

Mengapa?

Kuil dan vihara adalah tempat doa dan ritual sebelum menjadi objek wisata. Aturan dibuat untuk menghormati perasaan orang yang beribadah dan melindungi cagar budaya.

Yang sebaiknya dilakukan

  • Ikuti tanda larangan memotret dan arahan staf
  • Hindari memotret wajah orang yang sedang berdoa
  • Jangan menghalangi jalan dan memotret dengan cepat

Yang sebaiknya dihindari

  • Memotret bagian dalam atau patung di tempat yang ada larangan
  • Mendekati upacara atau orang berdoa untuk memotret

Pengecualian dan perbedaan

Aturan berbeda di setiap kuil dan vihara, bahkan antarbagian dalam satu area. Ada juga yang melarang tripod, tongkat swafoto, atau drone.

Tata krama bisa berbeda menurut daerah, fasilitas, dan generasi. Utamakan papan petunjuk dan arahan staf setempat.

Cek dengan kuis

Bolehkah memotret di kuil dan vihara?

Pilih jawaban

Sumber

  1. Shrine and Temple Traditions(terbuka di tab baru)Japan National Tourism Organization (JNTO) · Organisasi pariwisata nasional · Diakses: 16 Okt 2026 · Isi sudah diperiksa
  2. Travel Etiquette for the Future (Promoting sustainable tourism)(terbuka di tab baru)Japan Tourism Agency (MLIT) · Pemerintah · Diakses: 16 Okt 2026 · Isi sudah diperiksa

Terakhir diperiksa:

Halaman ini diterjemahkan dari bahasa Jepang dan Inggris dengan bantuan AI dan belum diperiksa oleh penutur asli. (Asli: bahasa Jepang dan Inggris)